Friday, September 23, 2011

Tercemarnya Sungai Ciliwung


Sungai ciliwung adalah sungai yang melintasi Kabupaten bogor,Kota Bogor,Kota Depok dan Jakarta.Mata air utama Sungai Ciliwung berada di Gunung Gede dan Pangrango (Jurnalis kompas,2009:48).Sungai ciliwung sangat berbeda saat zaman dahulu dan zaman sekarang .Sebuah situs greenconcept-ipb.blogspot.com menyatakan menurut catatan sejarah, sejak awal abad ke-15, Sungai Ciliwung sudah menarik perhatian Belanda yang kala itu menguasai Jakarta (dulu Batavia). Sungai tersebut diberdayakan untuk menjadi jalur pelabuhan perdagangan berskala internasional.
Sejarah tinggal menjadi kenangan sekrang Sungai ciliwung telah tercemar akibat perbuatan manusia.Sebagian besar penduduk yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung hidup alam kemskina .Selain karena kemiskinan ,rusaknya lingkungan ciliwung juga disebabkan oleh pertambahan penduduk yang erus menerus dan tak terkendali di sepanjang bantaransungai tersebut.Seiring dengan itu,semakin beragam dan kompleks,pula aktivitas manusia yang merugikan kelestariannya. (Jurnalis kompas,2009:39).Kualitas air Ciliwung sangat jauh dari higienis.Selain kotor oleh limbah rumah tangga dan limbah industri,kegiatan pertanian warga yang tinggal di darah alirannya juga menambah pencemaran sungai tersebut .Berdasarkan  penelitian Kementrian Negara Lingkungan Hidup tahun 2007,sumber utama pencemaran Ciliwung,baik di daerah hulu maupun hilir,berasal dari pemukiman.Hal itu ditunjukkan dari tingginya kadar biological oxygen demand (BOD) di masing-masing lokasi,yaitu 39 persen dan 85 persen.kadar BOD menunjukkan kebutuhan oksigen oleh bakteri dan mikroba untuk menetralisir bahan organik.Semakin banyak bahan organik di sungai tersebut semakin banyak kebutuhan oksigen mikroba untuk mengurai bahan organik.Artinya,semakin kecil kandungan oksigen di sungai itu sehingga kondisi sungai semakin tercemar (Jurnalis kompas,2009: 41). Kualitas air ciliwung pun berada dalam kondisi Kelas IV.Artinya air hanya dapat digunakan untuk mengairi tanaman dan tidak layak dikonsumsi sebagai air minum(Jurnalis kompas,2009:51)Ada beberapa dampak  dari pola kehidupan masyarakat bantaran sungai ciliwung terhadap Sungai Ciliwung yaitu berubahnya keadaan geografis dan bencana banjir
Pencemaran sungai ciliwung menyebabkan perubahan fisik bantaran sungai.Perubahan fisik bantaran sungai di daerah perkotaan mengakibatkan penurunan fungsi jasa hidrologis vegetasi bantaran sungai. Menurut penelitian yang dilakukan Tarsoen menunjukkan, tiga bentuk struktur morfologi sungai di Jakarta, yaitu degradasi (20,3%) berbentuk huruf V akibat perilaku aliran yang kuat, agradasi (45,17%) berbentuk huruf U akibat sedimentasi endapan lumpur dan longsoran badan sungai, dan pasang surut (34,63%) berbentuk huruf U landai akibat pendangkalan. Makin ke hilir makin dangkal.
Pencemaran Sungai Ciliwung juga menyebabkan banjir .Hampir setiap tahun warga bantaran Sungai Ciliwung terkenan banjir. Warga yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung bisa dibilang akrab dengan banjir. Namun bencana banjir akibat meluapnya sungai mengalir di ibukota tersebut tetap saja membuat warga was-was dan kerepotan. Setiap banjir datang warga harus siap mengungsi dan ketika mulai surut warga disibukkan oleh sisa-sisa lumpur yang mengotori rumah.
Banyak sekali dampak yang disebabkan oleh tercemarnya Sungai Ciliwung beberapa diantaranya perubahan  fisik bantaran sungai dan bencana banjir yang sudah menjadi bencana tahunan.Saatnya kita peduli pada bumi kita yang telah memberikan kita banyak manfaat


Tugas mata kuliah kebudayaan Indonesia
Daftar Pustaka
Jurnalis kompas.2009.Ekspedisi Ciliwung,Jakarta. Buku kompas
http://greenconcept-ipb.blogspot.com sabtu 17 september 2011, 22.21
http://anasjuara1.blogspot.com/ 17 September  2011 ,06.40



No comments:

Post a Comment