Friday, February 24, 2012

Tiga Pentol Koreng (Episode pertama )

 Didekat dua gerbang pagar putih dengan portal satpam, berdiri satpam dengan perut gendut berbaju sempit ,kepalanya botak ,dengan wajah seperti pak Ogah itu sejak satu jam yang lalu ,menyambut anak-anak TK yang menenteng termos air minum yang bergambarkan superman. Sambil menunduk dan berkata "sini salim bapak dulu! , sana jalan lagi! , sekolah yang pinter ya !.Setiap anak-anak disambutnya dengan ramah. Kalau yang lewat adalah anak SD maka ia akan berkata hal yang sama seperti anak TK tadi . Tapi kalau yang lewat gerbang tersebut anak SMP atau anak SMA maka pak satpam tadi akan menggodanya habis-habisan."Sini dulu ! ngapain cepet-cepet masuk kelas !masih lama masuknya ! " itulah kata-katanya untuk menghalangi siswi SMP dan SMA yang lewat gerbang tersebut. Dialah bapak satpam sekolah kami namanya adalah Pak Dukun .Entah bagaimana caranya bapaknya pak satpam tersebut bisa memberi nama dia pak dukun ,mungkin karena dulu dia lahirnya di dukun beranak.Ya sudahlah itu bukan urusan aku.Walaupun dia suka menggoda teman-teman sekolahku tapi menurutku dia adalah seorang satpam yang baik,pekerja keras dan juga penyayang murid murid disekolahku ,buktinya saja ketika teman -teman ku mau bolos dari sekolah maka cukup dengan lima ribu rupiah maka mereka akan bolos sekolah dengan hati yang tenang.


Sekolahku merupakan sekolah campuran dari TK ,SD,SMP dan SMA dinaungi sebuah yayasan yang bernama yayasan nikmat banyak .Aku sudah bersekolah disini sejak TK hingga sekarang aku sudah beranjak 14 tahun yang baru saja mau masuk di SMP yang sama yaitu SMP nikmat banyak.

Hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah di SMP Nikmat Banyak. Semua anak diantar oleh orang tuanya dengan menggunakan mobil mewah .Aku gak tau apa sebenarnya itu mobil rental? tapi sepertinya itu mobil mereka pribadi karena kebanyakan di sekolah ku ini orang tuanya pejabat daerah di kotaku atau seorang pengusaha.Aku hari ini diantar oleh om ku dia adalah om Baer. Om Baer adalah adik bapakku dia bekerja di persusahaan ALP sebuah perusahaan yang berjalan di dunia pengobatan dia bekerja sebagai sales motor yang mengantarkan obat obat produk ALP tersebut ke apotik-apotik di kotaku.Selain mengantarkan barang dia juga diwajibkan untuk menawarkan produk-produk dari perusahaan tempatnya bekerja.Itu dibuktikan dengan seberapa banyak tanda tangan yang harus ia dapatkan dari apoteker atau penjaga apotek dalam rangka menawarkan barang-barang perusahaannya .Tapi yang saya perhatikan ,setiap siang ketika jam makan siang dia hanya duduk di depan rumahku sambil mengobrol dengan teman-temannya ,pada saat itu juga dia meminta tolong kawannya untuk menanda tangani daftar tanda tangan bukti penawaran dia. Bahkan terkadang aku pun dibujuknya untuk menanda tangani daftar tersebut .Dasar Om Koruptor kecil-kecilan ,belum jadi pejabat saja tingkahnya sudah seperti itu apalagi kalau jadi anggota DPR ,bisa jadi dia terkenal dan masuk tv seruang dengan Gayus Tambunan. Tapi om ku selalu baik dengan keluargaku .Setiap malam dia selalu membawa mie ayam "Lapangan Saban" yang terkenal enak dikotaku.Aku selalu senang menyambutnya ketika ia pulang dari kerja. Aku diantarkan olehnya di hari pertama ku pesantren kilat ini karena ayahku sedang bekerja diluar kota maka ia tidak bisa mengantarku ke sekolah ini. Ayahku seorang yang sangat hebat,ia seorang pekerja keras dan penyayang anak-anaknya dia bekerja di departemen agama Liwa salah satu ibukota Kabupaten di Provinsi Lampung,untuk mencapai kesana ayahku harus menempuh enam jam perjalanan dengan menggunakan bis antar kabupaten. Ayahku berangkat ke Liwa setiap hari minggu sore dan akan kembali lagi ke Bandar Lampung ketika malam jum'at.

Selain MOS (Masa Orientasi Sekolah ) di sekolahku ini juga di adakan pesantren kilat.Hari ini hari pertama ku pesantren kilat .Pesantren kilat ini akan diadakan selama dua hari lalu dilanjutkan dengan masa orientasi sekolah. Aku sudah membawa semua keperluan untuk pesantren kilat ini.Aku membawa karpet, tas yang diisi beberapa baju, peralatan mandi,alat sholat,beberapa makanan kecil dan dua baju koko  yang baru saja dibelikan ibuku di pasar bambu hijau kemarin sore.Aku melihat banyak sekali teman-teman SD ku di SD Nikmat Banyak yang melanjutkan sekolahnya disini. Di depanku aku melihat Ner yang diantarkan oleh bapaknya, Dama yang  diantar kakaknya ,Adin diantar dengan bapaknya ,ibunya dua orang adiknya yang masih kecil,dan pembantunya yang aku sebut "mba Amboy" karena dia berasal dari daerah Ambon.Mereka semua teman SD ku .Ner teman kelas satu sampai kelas empat di kelas G, Dama teman kelas enam ku di enam A , dan Adi adalah teman sekelasku di kelas lima B.  Aku melihat beberapa temanku yang lainnya tapi aku tidak meliat seorang sahabat terbaikku di kelas enam SD dia adalah Ryan. Ryan adalah anak yang sangat pandai berhitung .Dia tidak perlu coret-coretan ketika ingin menambahkan 137 di tambah 126 berbeda dengan anak lainnya yang harus membutuhkan coretan untuk menghitung angka itu begitu juga aku. Tetapi kalau masalah menghapal rumus-rumus matematika aku jagonya berbeda dengan Ryan yang selalu kesulitan untuk menghapal rumus-rumus matematika. Kami berdua merupakan perpaduan persabatan yang luar biasa.  Aku sering ke rumahnya untuk sekedar makan mie rebus buatan ibunya sambil bermain play-station dan itu disaat teman teman kami mendapatkan pelajaran tambahan dari wali kelas kami.Dia sekarang tidak bersekolah di sekolah yang sama denganku di SMP nikmat banyak.Aku sangat sedih dengan hal tersebut harus terpisah dengan sahabat terbaikku di kelas 6 SD .

No comments:

Post a Comment