Monday, April 16, 2012

Ii ‘ “Jipung” (diare 16 april 2012 )




      Jipung ‘ Andi “jipung” , Lintang “jipung” , Deni Jipung ,Joko “Jipung “ seorang anak yang menjipungkan teman-temannya. Mungkin kalo orang Jawa tau dengan kata “jipung “ .Jipung adalah sebuah kata untuk menandakan bahwa orang tersebut sudah ketahuan tempat persembunyiannya  dalam permainan hide and seek (kalo kata orang Inggris ) ,sumputan (kalau kata orang Bandar lampung ) kalo bahasa jawanya  apa ya ? gua juga gak tau.Kalo di lampung ketika gua main “sumputan” kata “jipung “ itu menjadi kata “top”. Jadi kalo misalnya ada yang ketahuan tempat persembunyiannya oleh yang jaga maka dia harus berkata ’ “top”  .Kok bisa beda begini ya ? ya itulah budaya. Setiap tempat pasti beda bahasa dan juga beda budaya. Tapi kenapa kalo di lampung harus “top” ? . Mungkin anak-anak di lampung kebanyakan ke tempat cukur rambut ,kan disana biasanya ada poster model rambut “top” collection .Sehingga anak-anak Lampung  terinspirasi untuk menggunakan kata” top “.

      Ada hal aneh yang gua temukan waktu ngeliat anak-anak kecil tadi yang maen hide and seek di depan pontraq (nama kontrakkan gua) gua ..Biasanya yang menjadi pencari akan menghitung sebelum teman-teman yang lainnya bersembunyi.Nah tadi tuh anak kecilnya diharuskan menghitung sampe 100.Dia  ngitungnya begini , 1,2 ,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18,19,20,21,22,23,24,25,26,27,28,29,30,31,32,33,34,35,36,
37,38,39,40,41,52,53,54,56,57,58,59,40,41,42 wis lah seratus pokok e .Mungkin dia kesel ya kebanyakan ngitung, kalo nggak dia kecape’an makanya kebolak-balik dan ngitung nya “akselerasi”.

               Gua ngeliat kesenangan yang begitu besar di dalam diri mereka waktu mereka main tadi.
Gua jadi kangen masa kecil gua dulu.Waktu gua kecil dulu gua juga main “sumputan “.Biasanya di depan masjid sama temen-temen gua , ada Bowo,Somok ,Bang udi , Bobi ,Kakak , Ipan ,Ipan bul dan temen gua yang lainnya. Gua biasanya jadi anak bawang(pemain yang kurang dianggep) karena gua masih kecil diantara temen –temn gua ini. Gua juga dikenal sebagai anak yang cengeng sedikit-sedikit nagis ,sedikit-sedikit nangis , nangis kok sedikit-sedikit ( jiaaaaaaaaaaaa’,klasik ,API,API). Teman-teman gua tuh kalo lagi main “sumputan “ mereka pasti bermain dengan sangat professional dan sungguh-sungguh . Mereka selalu mencari tempat persembunyian yang sangat sulit untuk di temukan.Ada yang “nyumput” diatas pohon mangga .Ada juga yang nyumput diatas tower persediaan  air masjid yang tingginya hampir 15 meteran kurang lebih ,ada yang “nyumput” di lemari mukena dan nutupin tubuhnya dengan mukena –mukena .Tapi yang paling ekstrim adalah ada salah satu temen gua yang “nyumput” di dalam sumur .Kejadian ini bener  nggak bohong gua . Jadi di masjid gua tuh ada sumur yang belum selesai dibuat  dengan kedalaman kira-kira 30 meteran lah. Di pinggir sumur masjid itu kayak ada dua lobang kecil yang muat untuk ujung kaki,dan dia melakukan split di dalam sumur itu dengan menempelkan kedua kakinya di lobang kecil itu.Hebat banget kan temen gua , soalnya dia sering minum es balon di warung “eneng” yang rasa kacang ijo . Makanya hebat , tubuhnya kuat , otaknya tapi agak nggak sehat(sumur coiiiiiii) . Tapi namanya juga anak kecil ya ,nggak tau sama yang namanya bahaya .Asal mereka senang ,gembira,semuanya harus dilakukan dan dicoba tanpa berpikir panjang. Dunia anak kecil memang keren . Kangen juga dengan masa-masa itu.



(di kamar kontrakkan  sambil minjem modem Ridho)


No comments:

Post a Comment