Monday, April 16, 2012

ngunci pintu(diare 13 april 2012)




Ridho lagi main laptop , Bagas juga ,Hasyim juga ,gua juga dan azan baru aja berkumandang.Ada jeda sekitar lima sampai sepuluh menit antara Adzan dan qomat. Semua masih sibuk dengan kesibukannya masing-masing tapi ancang-ancang penuh sudah dipersiapkan.Gua yang tadinya duduk di kasur gua jadi agak jongkok.Hasyim yang tadinya lagi nonton film di windows media player langsung buka microsoft word.Ridho yang lagi dengerin winamp mengclose winamp dan Bagas yang lagi nonton video pertandingan badminton ,tau -tau yang lagi main badminton di video tersebut minta time out dan berisitirahat. Semua orang mulai mempersiapkan kedatangan suara qomat dengan hati yang menggebu-gebu ,aliran darah yang berjalan lebih cepat ,dan adrenalin meningkat . Ketika qomat datang semua langsung kocar-kacir untuk keluar rumah . Saling dorong ,saling tarik dan jerit-jerit . Dan ternyata yang terakhir keluar adalah gua.

Keluar kontrakkan di waktu qomat seperti perlombaan di kontrakkan gua. Alasannya bukan karena pengen cepet -cepet sholat, kalo memang alasannya pengen cepet -cepet sholat .Kenapa nggak sejak setelah  azan tadi pada berangkat ke masjid ? bisa solat sunnah dulu .Alasannya adalah  Jadi kalo yang keluar terakhir dia adalah orang yang harus ngunci pintu dan ketika pulang sholat nanti dia juga harus buka pintu. Bagi Hasyim hal ini merupakan masalah harga diri ,katanya begitu.Mungkin ini imbas dari suatu kejadian yang pernah dialamin waktu itu . Jadi waktu itu kebetulan gua yang terakhir keluar dan gua yang bawa kunci kontrakkan. Ketika pulang sholat entah kenapa gua nggak mau banget buka pintu kontrakkan . Akhirnya terjadilah debat panjang di depan pintu mempermasalahkan hal ini.Semua orang nggak ada yang mau ngalah ,termasuk gua.Mungkin karena kita berempat pernah hidup di bumi Lampung ya ,yang memiliki sebuah motto hidup"pi'il pesenggihi ".Jadi pi'il pesenggihi ini berarti harga diri orang Lampung tuh sangat besar. Begitu juga dengan kita berempat , semua nya egois dan gak mau mengalah pada saat itu ,padahal tinggal buka kunci abis itu udah bisa masuk rumah.Tapi satu pun nggak ada yang mau walau kita udah nunggu di luar selama lima belas menitan.Akhirnya ada satu orang yang mengalah ,setelah melakukan debat panjang ,saling adu argumen dan perspektif masing -masing . Dia adalah Ridho . Karena pada saat itu dia berpikir " yang waras ngalah " . Betul juga orang ini " hati kecil gua berkata. Sejak saat itu dibuatlah peraturan yang mengharuskan seseorang yang mengunci pintu kontrakkan  terakhir maka dia harus yang buka juga pas pulang nanti. Bener-bener orang yang aneh ya ! kalo ibarat pepatah , menurut gua ,gua dan teman-teman gua ini bagai daun keladi di dalam tempurung yang berarti "aneh ".

No comments:

Post a Comment