Friday, July 27, 2012

Long live with family (diare 28 juli 2012)


Satu hari yang lalu adalah ulang tahunnya Depi dan gua bersama kawan-kawan gua memberikan surprise yang sebenernya Depi udah tau karena gua keceplosan twit di twitter. Kalo nggak salah ceritanya kayak begini. Gua nge twit apa gitu abis itu Depi mereply twitan gua itu dengan nanya juga kayak begini nih "coy, lo lupa tah coi? salut amat coi lupa mah?". Akhirnya gua bales dah mentionnya" Gua nggak lupa coi, cuman kan nanti mau surprise jadi sekarang pura-pura lupa dulu, gitu coi". "Eiiiiiiiiiitt, Alamaaaaaak keceplosan" dengan gaya Bang Tigor hati gua berkata.

Sore menjelang maghrib gua dan sahabat-sahabat gua ( cieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee) udah kumpul di mesjid deket rumahnya Depi. Senangnya jiwa dan raga ini bertemu kembali sahabat lama yang jarang sekali bersua. Ada Bajar yang satu semester yang lalu nggak kuliah, gara-gara ketauan emaknya bolos kuliah dan malah nonton di 21. Ada Fanas yang adeknya meninggal kejebur sumur waktu SMA dulu, semoga adeknya anas tenang di alam sana. Ada Hihin yang suaranya masih kayak Mama Nori' (Mama Nori', Nori'23x, Curhat donggg). Ada Oriba yang sekarang udah putih. Ada Dilhe yang pas SMA kelas tiga semester dua yang tinggal beberapa minggu lagi ujian nasional sempet mau pindah ke sekolah di dideket rumahnya dengan alasan yang masih menjadi misteri hingga saat ini (kasian). Dan tentu ada Depi yang hari itu lagi ulang tahun.
Yang gua heran adalah kenapa gua dan kawan-kawan gua ngasih surprisenya pas menjelang maghrib bersamaan dengan menjelang buka puasa?. Gua ada beberapa pra duga yang pertama yaitu karena kalo siang kita semua sibuk, yang kedua karena nyari kue susah, dan yang ketiga kita minta dibayarin makan-makan. Akhirnya dengan alibi-alibi tersebut gua lebih condong ke alibi yang ketiga.
Walhasil, kita diajak makan-makan dah di Kampung Bambu (alhamdulillah). Tapi yang namanya udah kumpul kayak begini pasti kita cerita tentang banyak hal. Hal pertama yang masih menjadi trending topic pembicaraan adalah ketidak kuliahannya Bajar satu semester yang lalu. "Jar lo kenapa jar nggak kuliah semester kemaren?, gua nanya serius ke Bajar. Ada beberapa pertanyaan lainnya" Lo ikut NII ya jar?, Lo udah pacaran ya jar?, Lo sedih ya jar? Lo satu tambah satu berpa jar?, Lo tau nggak jar?, kok tau?, banyak pertanyaan tentang itu. Tapi pajar nggak mau menjawab hingga akhirnya kita dapet kabar bahwa Bajar nggak kuliah satu semester yang lalu karena dia ketauan ibunya bolos kuliah karena nonotn di 21 (Pajar emang hebat).

Omongan yang lainnya adalah tentang Bis Panjang . Dinamain bis Panjang bukan karena bis nya Panjang tapi karena bis itu menuju ke suatu daerah yang bernama Panjang. Bis Panjang ini menurut gua bis paling yo'i se-Indonesia Raya merdeka sekali merdeka tetap merdekaaaaaa, (malah nyanyi Kangen Band). Bis Panjang merupakan bis yang eksotis dengan warna orange, memiliki sound system trendi, dan nama-nama bis yang unik. Nama bis itu dilihat berdasarkan tulisan yanga ada di depan kaca bis tersebut. Bis yang paling terkenal dari semua bis adalah Punk Link, bis ini harum karena ada pengharumnya, didalemnya juga ada tipi, lagu-lagu yang diputerin juga keren-keren kayak Peter Pan, Samson, Kangen Band, dan Ungu ( band-band yang begitu digandrungi pada zaman itu). Tapi ada satu nama bis yang gua males naeknya kalo bis ini lewat yaitu bis yang tulisannya "God is Love". Gua males naek karena namanya tersebut, masa'an Tuhan adalah cinta, ngeri banget coba kan menuhankan cinta. "Gantung" di bis adalah hobi anak-anak seumuran gua pada saat itu. Gantung artinya berdiri di deket pintu bis  sambil setengah badannya  keluar dari bis( tapi jangan ditiru dirumah ya!, Susah lah bis jalan di dalem rumah).

Berlanjut ke obrolan laennya yaitu tentang keinginan gua untuk punya motor waktu pas jaman SMA dulu. Obrolan ini bersambung gara-gara bis Panjang. Sebagai pria yang sudah kelas dua SMA gua waktu itu ngerasa sedih banget karena masih naik bis sedangkan temen-temen gua udah pada naik motor. Akhirnya dengan strategi "merengek gerilya fantasi motoriah" gua berhasil dibeliin motor sama ayah gua. Jadi strateginya seperti ini, gua nulis kata motor di banyak kertas dan kertas tersebut gua tempelin di setiap sudut rumah di atas meja bapak gua, di dinding kamar ayah dan ibu gua, di pintu wc dan nggak lupa di genteng. Untuk menambah kekeuatan strategi tersebut gua ciptakan sebuah lagu yang berjudul "kapan ku punya motor" kira-kira liriknya seperti ini :
Kapan ku punya motor, kapan ku punya motor
kapan ku punya motor, kapan ku punya motor
dengan nada:
Sol fa mi sol mi re do, sol fa mi sol mi re do
Sol fa mi sol mi re do, sol fa mi sol mi re do
kunci gitarnya:
C Fm Dm A, C Fm Dm A
C Fm Dm A, C Fm Dm A

Ya silakan dicoba ya pokonya!. Lagu tersebut gua nyanyikan tig kali sehari pagi, siang, dan sore, sambil nyanyi, sambil makan dan sambil naik motor( lah kan belum punya motor?, oh iya ya lupa).

Dan masih banyak obrolan-obrolan lainnya yang nggak akan pernah selesai untuk diceritain. Selamet lah pokoknya buat Depi karena udah ulang tahun hari itu coba kalo lahirnya tanggal 31 Februari pasti nggak pernah ulang tahun. Makasih jua telah mebiayai makan malam itu. Makasih semuanya sahabat terbaik sepanjang masa(wueeeeek, agak muntah dikit)

Ditulis di kamar atas rumah gua. 
*beberapa nama diatas disamarkan, ngerinya malu orangnya. Maap juga.

No comments:

Post a Comment