Tuesday, July 3, 2012

Televisi dan Gaya Hidup Hedonisme di Kalangan Remaja”


Media Massa dan Pengaruh terhadap Audience
“Televisi dan Gaya Hidup Hedonisme di Kalangan Remaja”

Dalam sebuah situs http:id.shvoong.com  dijelaskan pengertian dari media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan dari sumber kepada khalayak (menerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, TV. Media massa adalah faktor lingkungan yang mengubah perilaku khalayak melalui proses pelaziman klasik, pelaziman operan atau proses imitasi (belajar sosial). Dua fungsi dari media massa adalah media massa memenuhi kebutuhan akan fantasi dan informasi
Media menampilkan diri sendiri dengan peranan yang diharapkan, dinamika masyarakat akan terbentuk, dimana media adalah pesan. Jenis media massa yaitu media yang berorentasi pada aspek (1) penglihatan (verbal visual) misalnya media cetak, (2) pendengaran (audio) semata-mata (radio, tape recorder), verbal vokal dan (3) pada pendengaran dan penglihatan (televisi, film, video) yang bersifat ferbal visual vokal.
Media massa digunakan dalam komunikasi apabila komunikasi berjumlah banyak dan bertempat tinggal jauh. Media massa yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari umumnya adalah surat kabar, radio, televisi, dan film bioskop, yang beroperasi dalam bidang informasi, edukasi dan rekreasi, atau dalam istilah lain penerangan, pendidikan, dan hiburan. Keuntungan komunikasi dengan menggunkan media massa adalah bahwa media massa menimbulkan keserempakan artinya suatu pesan dapat diterima oleh komunikan yang jumlah relatif banyak. Jadi untuk menyebarkan informasi, media massa sangat efektif yang dapat mengubah sikap, pendapat dan prilaku komunikasi.
Media massa adalah alat-alat dalam komunikasi yang bisa menyebarkan pesan secara serempak, cepat kepada audience yang luas dan heterogen. Kelebihan media massa dibanding dengan jenis komunikasi lain adalah ia bisa mengatasi hambatan ruang dan waktu. Bahkan media massa mampu menyebarkan pesan hampir seketika pada waktu yang tak terbatas .
Media massa memberikan informasi tentang perubahan, bagaimana hal itu bekerja dan hasil yang dicapai atau yang akan dicapai. Fungsi utama media massa adalah untuk memberikan informasi pada kepentingan yang menyebarluas dan mengiklankan produk. Ciri khas dari media massa yaitu tidak ditujukan pada kontak perseorangan, mudah didapatkan, isi merupakan hal umum dan merupakan komunikasi satu arah. Peran utama yang diharapkan dihubungkan dengan perubahan adalah sebagai pengetahuan pertama. Media massa merupakan jenis sumber informasi yang disenangi oleh petani pada tahap kesadaran dan minat dalam proses adopsi inovasi.

Salah satu media massa yang sangat popular saat ini adalah televisi. Televisi memberikan pengaruh sosial yang luar biasa terhadap masyarrakat. Begitu juga dengan kehidupan remaja. Dalam sebuah blog http://gudangmakalah.blogspot.com dijelaskan bahwa meningkatnya kenakalan remaja saat ini merupakan salah satu dampak dari media informasi yaitu program siaran televisi yang dinilai kurang memberikan nilai edukatif bagi remaja ketimbang nilai amoralnya. Hal ini disebabkan karena industri pertelevisian kurang memberikan pesan-pesan moral terhadap siaran yang ditampilkan. Dapat diperhatikan dalam berbagai program televisi seperti pada sinetron-sinetron maupun reality show yang banyak menayangkan tentang pergaulan bebas remaja bersifat pornografis, kekerasan, hedonisme dan sebagainya untuk selalu ditampilkan di layar kaca. Oleh karena program tersebut banyak diminati publik, khususnya remaja. Sehingga dapat memberikan suatu peluang bisnis bagi pihak stasiun TV yaitu misalnya berupa banyaknya iklan yang masuk.
Berbagai acara yang menayangkan tentang pergaulan bebas remaja di kota besar yang sarat akan dunia gemerlap (dugem). Seperti tayangan remaja dalam mengonsumsi obat-obatan terlarang, cara berpakaian yang terlalu minim alias kurang bahan / sexy, goyang-goyangan yang sensual para penyanyi dangdut, kisah percintaan remaja hingga menimbulkan seks bebas, ucapan-ucapan kasar dengan memaki-maki atau menghina dan sebagainya. Inilah yang seringkali menjadi contoh tidak baik yang sering mempengaruhi remaja-remaja yang berada di kota maupun di daerah untuk mengikuti perilaku tersebut.
Dari tayangan – tayangan tersebut ada remaja yang hanya sekedar menyaksikan, tapi tidak terpengaruh mengikutinya. Dan ada juga remaja yang memang gemar menyaksikan dan terpengaruh untuk mengikuti hal tersebut guna mencari sensasi di lingkungan pergaulan. Remaja inilah yang paling rawan melakukan berbagai pelanggaran, karena mereka mudah terpengaruh dan ingin mencari sensasi di lingkungan pergaulan agar dapat disebut sebagai remaja yang gaul.
Terhadap remaja yang mudah terpengaruh oleh adegan-adegan tersebut, mengakibatkan mereka selalu berbuat iseng dalam bergaul atau dalam bentuk kenakalan. Apalagi mereka bergaul dengan teman yang nakal maka semakin mudah pula mereka terpengaruh. Seperti nonton film porno karena ketertarikan akan program televisi yang bersifat sensualitas hingga menimbulkan suatu bentuk penyimpangan dalam bergaul. Serta cara berpacaran yang sudah melewati batas, hingga menimbulkan seks bebas di kalangan remaja yang pada akhirnya banyak diantara remaja-remaja yang menikah di usia muda. Selain itu juga dapat menimbulkan pemerkosaan dan pencabulan di kalangan remaja.
Begitu banyak masalah sosial yang disebabkan oleh media televisi terhadap remaja . Hedonisme merupakan salah satunya.
Archie J brahm dalam bukunya Filsafat perbandingan menjelaskan pengertian hedonisme disampaikan beberapa filsuf yunani  yang menyatakan bahwa manusia dari kodratnya mencari keseangan, bahwa perasaan-perasaan senang aalah baik dan perasaan-perasaan sedih adalah jelek. Hedonisme menyatakan bahwa tujuan hidup adalah kebahagiaan, atau mencapai kesenangan sebanyak mungkin (sebesar-besarnya) dengan jerih payah sesedikit mungkin (sekecil-kecilnya) (Archie J. Brahm:136,2003). Menurut pandangan penulis ada beberapa hal yang menyebabkan gaya hidup hedonisme dikalangan remaja yaitu iklan dan infotainment.

           
Iklan merupakan salah satu yang menebabkan pola hidup hedonism dikalangan remaja. EB Surbekti berpendapat dalam bukunya yang berjudul Awas tayangan televisi. “Patut disayangkan, peran televisi sebagai sarana pendidikan kini telah digeser oleh tayangan komersial yang kebanyakan lebih mengedepankan pola hidup yang konsumtif.Televisi memberikan dampak sosial yang luar biasa terhadap masyarakat. Besarnya dampak sosial siaran televisi menyebabkan televisi memiliki peran yang demikaian vital terhadap pengembangan karakter masyarakat. Namun disisi lain, televisi  juga harus mampu mengakomodasi kepentingan pemilik modal yang sarat muatan bisnis dan tentu saja berorientasi pada keuntungan(SurBakti,Eb:71,2008).
Iklan sebagai salah satu penyebab gaya hedonism didalam kehidupan remaja ,sebagaimana dijelaskan dalam sebuah blog http://timurcahaya.multiply.com . Diakui atau tidak, penopang kehidupan media adalah iklan. apalagi media televisi. semakin tinggi ratingnya, iklannya juga semakin banyak. di sinilah media massa akhirnya punya peran dalam menyebarkan rayuan maut pengiklan.
Masyarakat suka dirayu dan diberi harapan. Harapan yang lebih baik tentunya, lebih indah, dan dalam arti tertentu lebih berkwalitas. Pintarnya iklan yang memanfaatkan media adalah....memberikan harapan. Masyarakat menunggu adanya pengharapan semacam itu.
Praktek ini menanamkan nilai-nilai hedonis. Apa yang diiklankan sering kali jauh dari fakta. Pemilik rambut indah yang mengiklankan merk tertentu, belum tentu sebenarnya pengguna shampoo dengan merk tersebut. Karena iklan, sesuatu yang baru selalu ditunggu. Seakan-akan, yang baru selalu lebih indah, lebih baik dan yang lama dianggap kuno. Logika ini disebut sebagai logika mode.  Logika mode merusak ruang publik menjadi panggung pertunjukan. Citra, berkaitan erat dengan konsumsi. sehingga, sering kali pemirsa dan pembaca terjebak ketika tidak lagi bisa membedakan mana siaran yang fakta, dan mana siaran yang iklan.

Infotainment merupakan penyebab lainnnya dari gaya kehidupan hedionisme dikalangan remaja. Dalam sebuah situs http://beritasore.com  dijelaskan tayangan infotainment dewasa ini lebih banyak memberi pengaruh negatif bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, ujar seorang psikolog. “Dengan melihat kasus Ariel yang selama ini diberitakan, nampaknya infotainment lebih banyak sisi negatif daripada manfaatnya,” ujar psikolog Rahmadi Hidayatin di Medan, Rabu [04/08] .
Sebagai sumber informasi mengenai seseorang yang terkenal, memang infotainment menjadi tayangan yang banyak diminati masyarakat. Ia menjelaskan, tayangan infotainment masing-masing memiliki sisi positif dan negatif bagi masyarakat luas, sehingga semua itu bergantung pada informasi yang disampaikan.
Namun, melihat perkembangan infotainment dewasa ini, tampaknya tayangan-tayangan infotainment tidak lagi memberi manfaat yang baik untuk masyarakat.
“Kita lihat saja kasus Ariel yang diekspos infotainment secara besar-besaran. Saya bertanya-tanya, apakah mereka memikirkan dampaknya secara luas kepada masyarakat,” ujar Direktur Pelaksana Perkumpulan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Utara itu. Ia menjelaskan, berbagai pihak yang menayangkan infotainment harus bijak dalam merilis serta memilah berita-berita yang bermanfaat bagi para penonton.
Selain itu, mereka juga hendaknya memikirkan dampak tayangan itu terhadap masyarakat luas, khususnya bagi anak-anak dan remaja. Ia mengaku mendukung fatwa Majelis Ulama Indonesia yang mengharamkan tayangan infotainment yang mengulas masalah-masalah hubungan rumah tangga artis.
“Memang ketika kita masih berada di negara yang menganut norma-norma agama, maka tayangan-tayangan infotainment yang lebih banyak menceritakan aib seseorang itu perlu dilarang,” ujarnya.
Dekan Fakultas Psikologi Universitas Medan Area, Irna Minauli mengatakan, tayangan-tayangan infotainment kini memang perlu ditiadakan.Menurut dia, dampak infotainment hanya cenderung membiasakan masyarakat untuk melihat kesalahan-kesalahan orang lain, dibandingkan dengan mengintrospeksi diri. “Perilaku yang senantiasa melihat kesalahan-kesalahan orang lain akan berdampak buruk bagi kepribadian seseorang,” ujarnya.
Selain pengaruh tersebut gaya hidup hedonisme juga dipengaruhi oleh Infotainment. Infotainment yang menayangkan kehidupan glamor selebriti membemberikan doraongan kepada remaja untuk melakukan hal yang sama. Mereka ingin meniru idolanya, gaya hidupnya, mode pakaiannya, dan segala hal tentang idolanya. Kemampuan ekonomi yang tidak mencukupi mendorong remaja-remaja tersebut mencari jalan pintas untuk memuaskan fantasi kesenangannya yang ia tiru dari selebriti idolanya. Sehingga mereka terjerumus ke hal-hal yang negatif seperti  rela mejual diri mereka, atau menjadi pengedar narkoba.


Sebuah fenomena hedonisme di masyarakat kita khususnya dikalangan remaja tidak terlepas dari tayangan televisi. Beberapa hal yang menyebaban hal tersebut yaitu pengaruh iklan dan infotainment. Dua hal ini memerikan ruang bagi remaja untuk mendorong kehidupan remaja mendapatkan suatu kesenangan dengan melakukan usaha yang sekecil-kecilnya. Pengawasan dan penegrtian orang tua terhadap remaja dapat diberikan dengan bijakasana agar remaja tidak terjerumus kepada hal-hal negative sebagai suatu cara pintas untuk impian-impian kesenangan mereka.




 Daftar pustaka
Archie, Brahm. 2003. Filsafat Perbandingan.Yogyakarta: Kanisius.
Surbakti, EB. 2008. Awas tayangan televise. elex media komputindo Jakarta 2008 Drs EB Surbakti, MA

http://timurcahaya.multiply.com/journal/item/322/Etika-Komunikasi-Ketika-Media-Menyebarkan-Nilai-Hedonisme?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem   2 juli 2012  8:56 pm

Sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2060385-pengertian-media-massa/#ixzz1zY6JveoO  3 juli 2012 4:12 pm
http://gudangmakalah.blogspot.com/2009/03/makalah-pengaruh-siaran-televisi-pada.html  7 Juli 2012 4:02 pm

1 comment:

  1. Keragaman dan kebebasan pilihan bagi konsumen hanya ilusi ketika pasar telah dikuasai para psikopat. Atas nama standar peradaban global, profit menjadi harga mati, sehingga penguasaan atas planet dan people adalah mutlak. Untuk itu segala jenis perusakan bumi dan moral halal dilakukan. Dan tandanya, kini kekuatan politik, media dan ekonomi semakin terpusat pada kepentingan kapitalisme.

    ReplyDelete