Wednesday, January 23, 2013

Berteater

Ngeliat youtube video-video teater jadi keinget jaman-jaman gua masih aktif berteater. Gua mau sombong nih, gua dulu adalah anggota teater gadjah mada. Ini salah satu teater mahasiswa terkeren se Indonesia. Hahahahhaha.. Bangga' banget bisa belajar bareng di Teater Gadjah Mada walau cuma sebentar. Banyak seniman-seniman Jogja yang hebat.  Banyak ilmu panggung yang gua dapet. Olah fisik, olah vokal, komposisi panggung, akrobatik di panggung, poko'e akeh tenan e dab. Salah satu pengalaman yang nggak akan terlupakan adalah ikut sertanya gua di FESTAMASIO 9 yang diadain di Palembang. Alhamdulillah juara.

Kita bawain naskah tentang dolanan anak. Dan gua berperan sebagai anak cengeng yang labil luar dalam,  Nih kalo mau liat videonya
















Begitulah ceritanya......, Suatu saat gua mau lagi untuk tampil teater... Amiiin

Saturday, January 12, 2013

Wawang dan Bonsai

"Boi liat coi bonsai baru gua" Wawang teriak sambil nyombongin bonsai yang baru aja dia beli. Wawang emang baru beli bonsai. Nggak tau kenapa tiba-tiba Wawang beli bonsai itu, kayaknya dia lagi kesurupan Arale si kepala besar (hubunganne opo cuk?). Dia cerita kalo pas dia udah beli bonsai itu dia diikutin sama mbak-mbak dan mau nge beli bonsai yang baru dia beli itu. Menurut mba itu, bonsai yang Wawang beli merupakan bonsai langka. Mba itu nyebutnya "bonsai sakura". Kata mbak nya bonsai Wawang bisa membawa keberuntungan. Mungkin Wawang bisa dapet enam beasiswa semester ini, atau tiap dia beli mie sorrrrr dia akan dapet hadiah uang seribuan (gila beruntung banget Wawang). Tapi itu semua omong kosong karena menurut gua rezeki udah ada yang ngatur bukan karena pu'un bonsai.

 Wawang kayaknya sayang banget sama pu'un bonsai nya dan hampir aja dia mau nikahin.(bo'ong).  Saking sayangnya sama bonsai nya Wawang ngasih nama ke Bonsai nya. Hari pertama nama bonsainya Abidin, hari kedua Susi, hari ketiga Joni, dan hari keempat suniweww. Di hari ke sepuluh Wawang menetapkan nama abadi untuk bonsainya dan namanya adalahhhhh " Udin Pewan". Udin Pewan ada artinya Udara Dingin Pengen Bakwan.

Tiap hari  Si Udin Pewan, Wawang jemur dan di tabur garem (tabur garemnya bo'ong, hahhaa lo kira ikan asin). Wawang ngasih yang terbaik untuk Si Udin Pewan. Dia kasih pupuk yeng menurut dia pupuk terbaik sedunia. Tak lain dan tak bukan yaitu air kencing nya sendiri. Menurut dia urine dia tuh pupuk paling hebat sedunia karena tiap hari dia minum air putih di burjo Aa' Sule.

Itulah kisah Wawang dan bonsai nya. Kita liat aja seberapa lama dia tahan ngerawat Udin Pewan. Karena biasanya kita tuh cuma "anget-anget tai ayam" aja ibarat di awal semester baru kita niat pengen rajin belajar, eh di tengah-tengah semester malah maen-maen.

NB: Wawang itu Panggilan sayang Ridho ke Hasyim, hahahahahahahaha

Istifham dalam syair Manbij Syria


A.     Pengantar
Ilmu ma’aniy adalah ilmu yang dengannya dapat diketahui hal-ihwan lafazh bahasa arab yang mencocoki terhadap muqtadhal haal-nya, oleh karena itu perbedaan bentuk-bentuk kalam mengindikasikan berbedanya hal-ihwal (maqom/motif). http://nahwusharaf.wordpress.com
Dalam ilmu ma’anni dikaji beberapa hal begitu juga dengan Istifham.  Istifham mencari pengetahuan tentang sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui. Adatul- istifham (kata tanya ) itu banyak sekali, diantaranya adalah hamzah dan hal.
Hamzah digunakan untuk mencari pengetahuan tentang dua hal:
a.      Tashawwur, yaitu gambaran tentang mufrod. Dalam hal ini hamzah langsung diiringi dengan ahal yang ditanyakan dan umumnya hal yang ditanyakan ini mempunyai bandingan yang disebutkan setelah lafaz am. (Ajrim Ali. 2006:273)
b.      Tashdiq, yaitu gambaran tentang nisbah. Dalam hal ini bandingan perkara yang ditanyakan tidak dapat disebutkan.

Hal digunakan untuk  meminta tentang tashdiq, tidak ada yang lain; dan tidak boleh menyebut bandingan perkara yang ditanyaka tentang hal. (Ajrim Ali. 2006:274)

Adad istifham (alat kata Tanya) selain hamzah dan hal  berupa ، (ما)، (مَنْ)، (متى)، (أيَّانَ)، (كيفَ)، (أينَ)، (أنَّى)، (كمْ)، (أيُّ.
Man/ مَنْ  untuk menanyakan keterangan makhluk yang berakal.
Maa/ ما untuk menanyakan keterangan nama atau hakikat sesuatu yang bernama.
Mataa/ متى untuk menanyakan keterangan waktu, baik yang lalu maupun yang akan datang.
Ayyana/ أيَّانَ  untuk menanyakan keterangan waktu yang akan datang secara khusus dan menunjukkan kengerian.
Kaifa/ كيفَ  untuk menanyakan keterangan keadaan
Aina/ أينَ  untuk menanyakan keterangan tempat.
Annaa/ أنَّى mempunyai tiga makna, yaitu bagaimana, darimana dan kapan.
Kam/ كمْ  untuk menanyakan keterangan jumlah.
Ayyun/أيّ     untuk menanyakan keterangan salah satu dari dua hal yang berserikat dalam suatu perkara dan untuk menanyakan tentang waktu, tempat, keadaan, bilangan, makhluk berakal, dan makhluk yang tidak berakal, sesuai dengan lafaz yang disandarinya.
Seluruh adatul-istifham tersebut digunakan untuk menanyakan tentang gambaran, dan oleh karena itu jawabannya berupa keterangan tentang sesuatu yang ditanyakan. (Ajrim Ali. 2006:276)
Kadang-kadang redaksi istifham itu keluar dari makna aslinya kepada makna lain yang dapat diketahui melalui susunan kalimat. Makna yang lain tersebut adalah nafyi  (meniadakan), inkar, taqrir (penegasan), taubih (celaan), ta’zhim (mengagungkan/membesar-besarkan), tahqir (menghina), istibtha (melemahkan), ta’ajjub (keheranan), taswiyah (menyamakan), tamanni (harapan yang mustahil tercapai), dan tasywiq (merangsang)  (Ajrim Ali. 2006:280).

B. Studi Kasus
Al buhturi seorang sastrawan arab yang lahir di Manbij Syria berkata dalam syairnya
ألست أعمهم جودا و أزكا , هم عودا و أمضاهم حساما؟
Bukankah anda adalah orang yang paling merata kemurahannya, paling sehat badannya, dan paling tajam pedangnya?
(Ajrim Ali. 2006:277)
Pada istifham terdapat redaksi-redaksi istifham dengan makna-maknanya yang hakiki. Namun ada juga redaksi-redaksi istifham itu kadang-kadang menyimpang kepada makna-makna yang lain yang dapat diketahui melalui susunan kalimatnya.
Al-buhturi pada contoh diatas tiada lain bermaksud memotivasi orang yang dipujinya untuk mengakui kebolehan yang didakwakan kepadanya, yakni mengungguli seluruh khalifah dalam hal kemurahan, kekuatan fisik, dan keberaniannya. Ia sama sekali tidak bertanya kepada mukhatbahnya tentang semua kebolehan tersebut. Jadi, istifham pada kalimat tersebut bermakna taqrir  (penetapan/penegasan) . (Ajrim Ali. 2006:279)


C. Kesimpulan
Dalam istifham makna yang disampaikan dlaam redaksi- redaksi Istifham tidak hanya bermakna hakiki. Beberapa kasus mendapati makna-makana yang menyimpang dari redaksi-redaksi istifham tersebut .

D. Daftar Pustaka
Ajrim ali. 2006. Terjemahan Al-Balaaghatul Waadhihah. Bandung: Sinar Baru Algensido
http://nahwusharaf.wordpress.com




 (Tugas Balaghah)


Sastrawan-Sastrawan Arab


1.      Basyar ibn Bard
            Abu Mu’adz Basyar al Mar’ab ibn Bard  mahsyur pada dua pemerintahan. Dia adalah  pelopor ahli-ahli syair modern, , dan  juga berkesenian . Salah satu ahli linguis yang memiliki kompetensi yang hebat meskipun berasal dari Persia, Tokhoristan, dari klan Mahlah ibn Abi Shofroh dan Basyar Ibn Bard besar disana. Ia hijrah ke tanah Arab dan menetap di Basrah sampai lulus belajar mengenai  fasohah dan syair di masanya. Basyar Ibn bard bukan seorang lelaki yang tampan, penglihatannya juga kurang jelas, tinggi, tubuhnya gendut, cerdas, dan merupakan seorang  pengkritik. Bahkan khalifah dan penguasa tidak lepas dari kritikannya. Dia mengkritik secara bijaksana bukan bermaksud menjatuhkan.
            Penyair lain banyak yang  mengumpulkan syair Basyar  Ibn Bard dan mengkritiknya. Walaupun  begitu dia  adalah seorang ahli pidato yang sangat hebat  dan paling tua diantara mereka yang mempraktekkan Badi’, dan majan, khola’ah, ghozal’ dan hijak. Basyar Ibn Bard  merupakan  orang pertama yang dalam syairnya menggambarkan tentang kefasihan orang arab dan keindahan orang-orang modern. Dia juga memecah makna yang halus dan khayalan yang lembut, hingga syair-syairnya nya dikelompokkan diantara syair lama dan syair modern. Majaz yang mengabarkan padanya syair dari seperempat orang-orang pedalaman pada ruang peradaban.  Basyar Ibnu Bard meninggal pada tahun 167 H. Ia mati terbunuh sebagian syairnya dalam masyurah, hakam, dan nashoih,
Berikut ini beberapa bait dari salah satu syair Basyar Ibn Bard:
إذا بلغ الرأى المشورة فاستعن            برأى نصيح أو نصيحة حازم
ولا تجعل الشورى عليك غضاضة     فإن الخوافي قوة للقوادم
وما خير كف أمسك الغل أختها             وما خير سيف لم يؤيد يقائم
وخل الهويني للضعيف ولا تكن         نؤوما فإالحر ليس بنائم

2.Muslim ibn Walid
      Abu Walid Muslim ibn Walid al Anshoriy, Syairnya : manusia pertama yang berpura-pura sangat bagus dalam syairnya, dan minta lebih banyak dari syair dalam perkataaannya,dan mengkombinasikan  perkataan orang-orang pedalaman dengan perkataaan orang-orang kota, maka dia menyisipkan perkataannya dengan makna-makna yang sangat halus, dan menghiasinya dengan ungkapan-ungkapan yang penuh kecerdikan, maka untuknya kefasihan lidah orang-orang pedalaman, dan kehalusan orang-orang kota. salah satu penyair yang hebat Ia meninggal  meninggal di Jarjan tahun 208 H.
           
Perkataannya
هلت عل عيبها الدنيا وصدفها         ماستر جع الدهر مماأعصائى
ما كنت أدخر الشكوى لحدثة         حتى ابتلى الدهر أسرارى فأشكاني
3. Ibnu Khafaaji Al-andalusi
Ibnu Khafaaaji Al-andalusi merupakan anak  dari Abu Ishaq Ibrahim ibnu Abdullah Ibnu Khafaaji seorang penyair Andalus Timur. Dia sangat terkenal di dunia kedokteran. Dia dilahirkan di Jazirah pada tahun 450 H. Kemudian dia belajar dan membuat syi’ir, menulis surat-surat persahabatan. Pada syi’ir-syi’irnya terdapat syi’r pujian, harapan yang mengandung tasybih dan badi’ yang sangat indah dan ma’ani yang cukup banyak. Sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memadu padankan antara syi’ir-syi’r yang telah dibuat oleh Ibnu Khafaaji dengan aliran syi’ir yang sudah ada di negeri itu. Dia meninggal pada tahun 533 H.
Contoh syi’ir-syi’ir yang telah dibuatnya :
وما ئسة تزهى وقد خلع الحيا               عليها حلى حمرا وارية خدرا
يذوب لهاريق الغما ئما  فضة        ويجمد في أعطافها ذهبا نضرا

Kajian Balaghah Puisi Nizar Qabani (حِيْنَ أَكُوْنُ عَاشِقًا)


I.             PENGANTAR
Sastra Arab merupakan salah satu warga sastra dunia yang tidak asing lagi bagi para peneliti sastra dunia. Tradisi kesusastraan Arab yang tertua dan terkokoh adalah puisi atau asy-syi’r. (Pradopo. 2005: 7) mendefinisikan puisi sebagai perpaduan antara emosi, imajinasi, pemikiran, ide, nada, irama, kesan panca indera, susunan kata, kata-kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang bercampur baur. Semuanya itu terungkap dengan media bahasa.
Secara Ilmiah, balaghah merupakan suatu disiplin ilmu yang berlandaskan kepada kejerniahan jiwa dan ketelitian menangkap keindahan dan kejelasan perbedaan yang samar di antara macam-macam uslub ungkapan ( Amin. 2006:6)

Ilmu balaghah mempunyai objek kajian. Objek kajian ilmu  dirintis oleh Abdul Qahir al-Jurjani, dilanjutkan oleh As-Sakaki, dan dimantapkan lagi oleh Khatib al-Qazwaini. Dalam kitab Talkhisul Miftah yang dikutip oleh Abdul Jalal, beliau menjelaskan macam-macam ilmu Balaghah sebagai berikut:
a) Ilmu Ma’ani, yang membahas segi lafal Arab yang relevan dengan tujuannya. Definisinya yaitu :
 “Ilmu Ma’ani ialah ketentuan-ketentuan pokok dan kaidah-kaidah yang dengannya diketahui ihwal keadaan kalimat Arab yang sesuai dengan keadaan dan relevan dengan tujuan pengungkapannya”.
b) Ilmu Bayan, yang membahas segi makna lafal yang beragam. Definisinya yaitu :
 “Ilmu Bayan ialah beberapa ketentuan pokok dan kaidah yang dengannya dapat diketahui penyampaian makna yang satu dengan berbagai ungkapan, namun terdapat perbedaan kejelasan tunjukan makna antara satu ungkapan dengan ungkapan lainnya yang beragam tersebut”
c) Ilmu Badi’, yang membahas keindahan kalimat Arab. Definisinya yaitu:
 “Ilmu Badi’ ialah suatu ilmu yang dengannya dapat diketahui bentuk-bentuk dan keutamaan-keutamaan yang dapat menambah nilai keindahan dan estetika suatu ungkapan, membungkusnya dengan bungkus yang dapat memperbagus dan mepermolek ungkapan itu, disamping relevansinya.

            Pada makalah ini penulis mencoba meniliti salah satu puisi karangan Nizar Qabani yang berjudul حِيْنَ أَكُوْنُ عَاشِقًا kemudian penulis akan menganalisis secara komprehensif qimah balaghiyyahnya (unsur-unsur balaghah) yang terdapat padanya.
II.           PEMBAHASAN



حِيْنَ أَكُوْنُ عَاشِقًا
(الشاعر نزار قباني)

Ketika Aku Menjadi Pecinta
(Nizar Qabbani)


حِيْنَ أَكُوْنُ عَاشِقًا
أَشْعُرُ أَنِّي مَلِكُ الزَّمَان
أَمْتَلِكُ الأَرْضَ وَمَا عَلَيْهَا
وَأَدْخُلُ الشَّمْسَ عَلَى حِصَانِي
H}i@na aku@nu ‘a@syiqon
As’uru anni@ maliku az-zama@n
Amtaliku al-arda wa ma@ ‘alaiha@
Wa adkhulu as-syamsa ‘ala hiso@ni@
ketika aku menjadi pecinta
aku merasa menjadi penguasa  waktu
kumiliki bumi dan segala isinya
dan berkendara kuda menembus matahari
*****
حِيْنَ أَكُوْنُ عَاشِقًا
أَصْبَحُ ضَوْءًا سَائِلاً
لاَ تَسْتَطِيْعُ العَيْنُ أَنْ تَرَانِي
وَتَصْبَحُ الأَشْعَارُ فِي دَفَاتِرِيْ
حُقُوْل مَيْمُوْزَا وَأُقْحُوَان
H@}ina akunu@ ‘a@siqon
Asbah}u d}auan sa@ilan
La@ tast}atiu al-‘aynu an tarani@
Wa tas}bahu al-as’aru fi@ dafatiri@
Huqu@lun maymuza@ wa uqhuwan
ketika aku menjadi pecinta
aku menjadi cahaya yang cair
yang tak terlihat oleh mata
dan puisi-puisi dalam catatanku
menjadi ladang mimosa dan apiun
*****
حِيْنَ أَكُوْنُ عَاشِقًا
تَنْفَجِرُ المِيَاهُ مِنْ أَصَابِعِيْ
وَيَنْبُتُ العُشْبُ عَلَى لِسَانِي
حِيْنَ أَكُوْنُ عَاشِقًا
أَغْدُوْ زَمَانًا خَارِجَ الزَّمَانِ
H}i@na aku@nu ‘a@siqon
Tanfaziru al-miya@hu min as}a@bi’i@
Wa yanbutu al-‘usybu ‘ala lisa@ni@
H}i@na aku@nu ‘a@siqon
'Agdu@ zama@nan kha@rija az-zama@n

ketika aku menjadi pecinta
air memancar dari jemariku
dan rerumput tumbuh di lidahku
ketika aku menjadi pecinta
aku menjadi waktu di luar semua waktu
*****
(Di ambil dari beberapa bagian potongan sajak (25-27-28) dalam “Kitab Al-Hub”/”Buku Cinta”  karya Nizar Qabbani)

Isti’aarah sendiri adalah salah satu bagian dari majaz lughawi, yang dimana tasybih yang dibuang salah satu tharafnya. Oleh karena itu, hubungan antara makna hakiki dengan makna majazi adalah musyabbah selamanya. Isti’aarah ada dua macam, yaitu:
a.         Tashrihiyyah, yaitu isti’aarah yang musyabbah bih-nya ditegaskan.
b.         Makniyyah, yaitu isti’aarah yang dibuang musyabbah bih-nya dan sebagai isyarat ditetapkan salah satu sifat khasnya.
Tasybih dhimni adalah tasybih yang kedua tharafnya tidak dirangkai dalam bentuk tasybih pada umumnya, melainkan keduanya hanya berdampingan dalam susunan kaliamat. Tasybih jenis ini didatangkan untuk menunjukkan bahwa hokum (makna) yang disandarkan kepada musyabbah itu mungkin adanya. (61).



وَأَدْخُلُ الشَّمْسَ عَلَى حِصَانِي
dan berkendara kuda menembus matahari
الشَّمْسَ pada bait di atas merupakan isti'aroh tasrihiyah karena musyabbah bihnya terlihat jelas. الشَّمْسَ juga termasuk isti’aroh asliyyah karena bentuk dari musyabbah bih berupa isim jamid.

وَتَصْبَحُ الأَشْعَارُ فِي دَفَاتِرِيْ (musyabbah )
 حُقُوْل مَيْمُوْزَا وَأُقْحُوَان  (musyabbah bih)
dan puisi-puisi dalam catatanku
menjadi ladang mimosa dan apiun

Bait diatas merupakan tasybih baligh atau dimnii karena musyabbah dan musyabbah bihnya berbentuk kalimat.
وَيَنْبُتُ العُشْبُ عَلَى لِسَانِي
 dan rerumput tumbuh di lidahku
Pada bait di atas merupakan isti'aroh tasrihiyah karena musyabbah bihnya terlihat jelas.


III.         KESIMPULAN
Puisi merupakan genre sastra yang sangat penting bagi kesusastraan arab. Keindahan bahasa puisi berkaitan dengan Balaghah sebagai salah satu cabang ilmu kesusastraan Arab.  Pada puisi Nizar Qabani diatas terdapat beberapa unsur-unsur balaghah seperti tasybih dan isti’arah.  Semoga penjabaran unsur-unsur balagah puisi diatas dapat bermanfaat bagi pembaca.


IV. DAFTAR PUSTAKA

Amin, Musthafa. 2006. Terjemahan Al-Balaghatul Waadhihah. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Pradopo, Rachmat Djoko. 2005. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.


(Tugas Mata Kuliah Balaghah)

Sastra Arab Modern




I.                   Pengantar
Perkembangan bahasa arab dalam bidang sastra dari zaman Jahiliyah hingga zaman modern berkembang pesat. Bahasa Arab sering disebut bahasa penyair, dan Arab sendiri menganggap puisi menjadi esensi dari bahasa Arab (Ensiklopedia Sastra Arab,1998:606). Namun pada perkembangannya di zaman modern ini yaitu awal abad 19 sampai abad 20 banyak pengaruh luar yang mempengaruhi kesusastraan dalam hal genre, dan tema.
II.                Pembahasan,
Puisi merupakan  hal yang begitu penting di kalangan sastrawan arab.
Sikap terhadap genre sastra puitis dapat dijelaskan dengan mempertimbangkan warisan sastra yang diberikan pada orang-orang Arab. Mereka memiliki hubungan yang kuat dengan penyair klasik dan bahkan puisi hari ini adalah yang paling penting dan paling populer sastramedia di dunia Arab, dan modus sastra yang paling mencerminkan rasa identitas pribadi, sejarah dan nilai-nilai budaya "(Allen, 1998:217).
Puisi pra-Islam, dengan struktur tetap dalam bentuk meter dan sajak, mengadakan pengaruh terhadap sastra Arab sampai abad ke-20. Selama Abad Kegelapan disebut puisi Arab, serta literatur pada umumnya, masih tanpa pengaruh baru merambah dunia Arab dan merupakan periode yang paling produktif dari sejarah budaya Arab (Jayyusi, 1988:1).
Perubahan besar dalam dunia politik  Arab abad ke-19 memiliki dampak yang besar pada literatur dan tema serta pada bentuknya. Periode dimana sastra Arab mulai berkembang lagi sering disebut alnahda - "Renaisans" dan secara konvensional dibagi menjadi tiga bagian: neo-klasik, romantis dan modern (DeYoung, 1998:151, Starkey, 2006:42).
Paruh kedua abad kedua puluh membawa kemerdekaan satu negara Arab demi satu. Demokrat pemerintah dan Persatuan Arab, bagaimanapun, terbukti sulit untuk dicapai. Penulis arab tak berkurang daya tariknya dengan barat tetapi mereka merasa lebih bertanggung jawab atas nasib masyarakat mereka. Oleh karena itu mereka menyimpan tertarik mata pada ideologi politik Barat dan model sastra, namun menerapkannya lebih dan lebih ngotot untuk masalah mereka sendiri. Dengan ini garis besar dari keprihatinan berkembang dari Elite baru dalam pikiran, satu sekarang dapat beralih ke produksi sastra yang sebenarnya. (Cachia, 2002:127).

Sastrawan yang muncul di awal abad kedua puluh, seperti Thaha husayn dan al-Aqqa  d (1889-1964} mendapatkan reputasi mereka sebagai inovator. Mereka tidak mengkhususkan diri dalam salah satu genre; dan karena pembaca melek huruf begitu sedikit di Mesir yang pada tahun 1927 naik menjadi hanya 17% dan menjadi antara 25% dan 30% di pertengahan  abad. Mereka juga harus produktif jika ingin mempertahankan diri mereka sebagai para sastrawan. Jadi Thaha Husayn, yang pada satu waktu berpendapat bahwa Mesir adalah bukan negara Oriental tetapi negara Mediterania , menghasilkan hampir 1.500 artikel, beberapa terjemahan, dan enam puluh enam buku asli yang meliputi studi sastra, novel, cerita singkat, sejarah, dan karya pendidikan. (Cachia, 2002:131)


III.             Penutup

Sastra arab di zaman modern mengalami perkembangan yang luar biasa dari segi genre maupun tema. Para sastrawan juga banyak terpengaruh gaya asing walaupun tetap mempertahankan ideology mereka masing-masing.


IV. Daftar Pustaka
Allen, Roger. 1998. The Arabic Literary Heritage . Cambridge: Cambridge University Press.
Cachia, Pierre. 2002, ARABIC LITERATURE –AN OVERVIEW. London: New Fetter Lane.

DeYoung, Terri. 1998. Placing the poet - Badr Shākir al-Sayyāb and Postcolonial Iraq. New York: State University of New York Press.
Jayyusi, Salma Khadra (ed.). 1988. Modern Arabic Poetry. New York: Columbia University Press
Meisami, Julie Scott & Starkey, Paul. 1998. Encyclopedia of Arabic Literature, vol.I-II, London : Routledge.

 (Tugas Kritik Sastra Arab) 

Beberapa Buku

Beberapa buku harus kita coba,
Beberapa bisa ditelan,
namun hanya sedikit yang bisa
kita kunyah lalu cerna dengan sempurna


(ditaut dari Novel "Tinteherz -Cornelia Funke")

Friday, January 11, 2013

Merekomendasikan yok!!

Assalamu'alaikum.

 Dalam rangka minggu tenang kemarin gua merasakan ketenangan yang luar biasa. Waktu yang seharusnya gua gunain buat belajar eh malah baca buku ama nonton film. Sekarang gua mulai panik, nggak tenang, kalang kabut dan runyam karena tugas akhir belum dikerjain, banyak materi-materi kuliah yang belum dipelajarin. OK, nggak apa-apa yang penting SHOLAT. iya nggak?

Oh iya, gua mau ngerekomedasiin film-film yang gua tonton selama liburan minggu tenang kemarin. Banyak banget film yang udah gua tonton pas liburan kemaren ada yang keren tapi ada juga yang HAHU' filmnya.

Film pertama yang gua rekomendasiin adalah "TOMBOY", film nya yo'i banget. Se yo'i-yo'inya kacang rebus kayaknya film ini yang lebih yo'i. (Nggak nyambung hu'!!!) . Akting pemainnya keren-keren banget. terutama yang anak-anak kecilnya akting natural spradis disko. "KEREEENNNN". Apalagi ceritanya, beuhhhhh..... RUARR BIASA.... Ini ceritanya tentang kehidupan seorang anak tomboy dan masalh-masalah yang dia hadapin di lingkungan mainnya. TONTON ye!!





Gambarnya dari: (http://ia.media-imdb.com/images/)


Next film yang mau gua rekomendasiin " THE PERFECT HOST". Kalo film ini ceritanya asik banget dah. Coba nanti kalo kalian nonton ajak aja maen tebak-tebakan layarnya pasti nggak jawab. SO PLEASE WELCOME!!!!



ganbarnya dari: (http://covers.box3.net)


Ya.. itu dua film yang gua rekomendasiin untuk kalian tonton.

Nah sekarang giliran buku. Siapa yang nggak kenal andrea hirata, kenal nggak? oh ya udah nggak apa-apa kalo nggak kenal. Dia penulis novel hebat dari negara kita. Buku Laskar Pelangi nya udah diterjemahin ke 33 negara.  Tapi bukan Laskar Pelangi yang mau gua rekomendasiin. Anak baru lahir juga udah baca kalo Laskar pelangi mah. Buku ini dwilogi yaitu " Padang Bulan Dan Cinta dalam gelas". Satu buku ada dua buku. Nah bingung kan. Kerennnnnnn ceritanya . Baca lahh!!!


gambarnya ngambil dari (http://www.gerai-buku.com)

OK, makasih, Baca dan nonton ya!!






Saturday, January 5, 2013

SEKATENAN PART ONE

 

(http://www.jogjamegaproclub.com/foto_sekaten.jpg)

Udah dua kali aja gua ke Sekaten selama beberapa minggu ini. Pertama, sama Bang Bene, Bang Angga dan Bang Yogi. Waktu itu tujuannya nggak hanya main-main tapi juga nyebar flyer stand up nite UGM. Buat yang belum tau Sekaten nih gua kasih tau dah, diinget ya!, siapa tau keluar di ujian masuk jadi PNS. Sekaten itu adalah pasar malam yang diadakan di Yogyakarta selama sebulan penuh dalam rangka memperingati hari kelahiran nabi Muhammad SAW. Udah tau kan? bayar!!. Waktu pertama kali ke Sekaten waktu itu keadaannya rame banget, ibu-ibu, bapak-bapak, mba-mba, tante-tante sama selingkuhannya, adik-adik, pencopet , mahasiswa, dosen, bupati, semua kumpul jadi satu di sekaten. Mereka  melewati jalan setapak untuk berputar-putar di sekaten. Rombongan gua dan temen-temen Stand Up UGM berhenti waktu ngeliat "Tantangan Catur 5 Langkah". Orang harus bayar lima ribu rupiah kalo mau ikut tantangan ini. Nah, kalo menang lo bakalan dapet rokok tiga bungkus, Dji sam su, super sama lupa satu lagi merknya apa, nokia kayaknya. Sekitar lima belas menitan kita cuma berdiri di depan bapak ini. Melihat-lihat kemungkinan untuk menang, bukan untuk dapetin rokok tapi untuk ketenaran sesaat yang bisa didapetin kalo kita bisa menang karena orang-orang lain juga banyak banget yang cuma berdiri di depan bapak itu dan ngeliatin papan catur. Kita bertiga nggak ada yang berani karena dilihat dari sisi manapun kemungkinan menang cuma 8% itupun yang 2,5% untuk zakat. Akhirnya kita lanjutnkan perjalanan kita mengitari Sekaten yo'i.


Niat utama gua ke Sekaten ini adalah untuk naik bom-bom car. Menurut gua bom-bom car permainan paling mengasyikkan sedunia. Kita diperbolehkan menabrak mobil orang semaunya tanpa harus masuk penjara dan cuma bayar sepuluh ribu lagi. Coba di dunia nyata kalo kita nubruk mobil orang kita harus bayar berjuta-juta biar nggak masuk penjara. (sok nyindir pemerintah). Setelah ber jam-jam keliling- keliling nyari tempat bom-bom car yang luas dan mobilnya banyak akhirnya kita putuskan untuk main kora-kora dulu. Tapi kora-kora jahat, dia buat gua mual, mungkin gua hamil tapi ternyata gua laki-laki. Sumpah baru kali ini naik yang beginian mual luar biasa sampe sampe pusing tujuh keliling, kelilingnya keliling eropa, afrika, asia dan samudera pasifik. Perut kayak dikocok-kocok. Kora-kora di sekaten ini sensasinya ngalah-ngalahin tornado yang ada di Dufan. Sempet duduk lama banget untuk bangkit dari masa lalu "Sang Kora-Kora" yang udah buat gua mual yang luar biasa. Setelah pusingnya agak mendingan, Akhirnya kita lanjut cari bom-bom car dan ternyata tempatnya nggak jauh dari tempat kora-kora bajingan. Cukup bayar sepuluh ribu udah bisa main bom-bom car kurang lebih sepuluh menitan. Yeahhhhh, pas naik bom-bom car tuh kayaknya di dunia ini cuma ada gua dan nyawa gua. Sensasinya luar biasa, apalagi pas nubrukin orang-orang sampe nggak inget  kalo dua minggu lagi bakalan UAS. Bom-bom car i love you. Kipas angin juga I LOVE YOU.


Udah capek banget melakukan semuanya kita memutuskan untuk pulang dengan kebahagiaan masing-masing . Adrenalin yang tersenyum lebar dan nggak lupa karcis parkir yang lecek tapi ksuut. #apasih hahhahha #bodoamat . GOOD BYE SEKATEN sampai juga lagi ya!


Nanti kapan-kapan gua mau ceritain ke sekaten part two barengan bang Mukti dan kawan-kawan.