Tuesday, February 5, 2013

Hate POntraq


"Pungaw mending disini, yok makan yok! ganti!" suara Ridho kedengeran di HT.

"Julai fanar disini,Makan apa dan mana? ganti!!", gua bales.

"Burjo sule aja sini yang deket boi"!!! Hasyim nimbrung.

"Syim nama samaran lo apa?" gua tanya.

"Kulai lemas nama samaran gua" jawab Hasyim".

"Katanya sejam yang lalu muraf ningil, setengah jam yang lalu guhat debew, lo mah ganti- ganti terus wang!!! kerok geh!!! Ridho nimpalin percakapan kita.

Ya'di Pontraq (nama kontrakkan gua) kita lagi punya mainan baru yaitu HT hima nya Ridho. Alhamdulillah Ridho sekarang jadi ketua HIMA manajemen walhasil properti-properti yang ada di HIMA nya dibawa ke Pontraq karena takut ilang. HT lah properti itu. Mungkin ini salah satu korupsi kecil-kecilan pemakaian perangkat negara untuk keperluan pribadi. (Astaghfirullahal'adzim) Tapi nggak apa-apa lah soalnya seru. Kita bisa maenan HT di rumah. Setiap orang megang HT di kamar masing-masing  yang sebenernya suara asli kita pas ngomong di HT tuh kedengaran. Itu sama aja kayak bayar putsal dua jam tapi nggak dapet giliran maen karena terlalu rame (kan percuma). Rencana awalnya kita akan maen HT ini di sekaten. Pura-puranya kita detektif atau penjinak bom yang lagi cari bom yang dipasang teroris di sekaten. Tapi ini terlalu ekstrem, bisa-bisa kita masuk kantor polisi beneran. Jadi HT ini cuma kita pake' di rumah aja.

Ngomongin detektif, gua jadi keinget jaman SMP dulu gua dan temen-temen gua maen DDS (dan detektif school) di sekolah. Tepatnya waktu itu pas lagi class meeting. Sebenernya banyak sih lomba yang diadain sekolah untuk ngisi waktu class meeting tapi karena kelas kita selalu kalah di awal-awal, jadi kita punya banyak sisa waktu untuk dihabiskan. Satu kelas waktu itu dibagi jadi dua kelompok, satu kelompok jadi penjahat dan satu kelompok jadi detektif dan polisi. Semua anggota kelompok penjahat udah sembunyi dan saatnya kelompok detektif mencari. Dengan gaya sok-sok detektif dan polisi kita semua berkeliling sekolah mencari penjahat. Kebetulan gua tim polisi dan detektif. Di tim kecil gua waktu itu ada Nopan, dan Irpan. Si irpan nih dikenal anak pendiem. Tapi kenapa tiba-tiba pas maen detektif-detektifan ini dia berperan sangant total. Jadi kejadiannya. Tim kecil gua ini udah cari penjahat kemana-mana dan sampailah kita di sebuah toilet yang kita curigain sebagian  tim penjahat ada di toilet ini. Bener aja ternyata didalem toilet yang terkunci rapat  ada temen-temen gua yang berperan sebagai penjahat.

"BUKAAAA!!! POLISII DISINII!!!!" Irpan tiba-tiba jerit.

 "Iya buka!!! gua ngomong nggak pake jerit tapi.

Tapi temen-temen gua yang jadi penjahat di dalem diem aja. Tiba-tiba "BLAKKKKKKRGgRRRRRR" suara pintu. Irpan nendang pintu WC dan kuncinya rusak coi. Temen-temen guayang di dalem WC pada kaget dan bilang " Woi rusak woi pintunya". Kita semua kabuuuurrrr!!!. Tiba-tiba di toa sekolah ada pengumuman " Kepada seluruh anggota DDS harap segera ke depan kelas 9G karena sudah selesai". Gua tau itu suaranya Ridho. Siapa lagi yang berani ngumumin hal nggak penting kayak gitu di ruang TU. Gua baru sadar ternyata anak yang pendiem bisa sangat total kalo lagi maen polisi-polisian.

Udah dulu ya. Nanti lanjut cerita laennya. Itulah kehidupan aneh gua : )






No comments:

Post a Comment